macam macam desain grafis sebagai peluang usaha

Macam Macam Desain Grafis Sebagai Peluang Usaha

Macam Macam Desain Grafis – Sudah pada tau belum nih desain grafis itu apa? Pengertian desain grafis sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya mengenai dasar desain grafis. Materi itu mencakup pengertian, unsur, prinsip, dan aplikasi desain grafis.

Saat ini kita akan mengulik tentang macam macam desain grafis. Ada beberapa jenis desain grafis yang ada saat ini. Semakin pesatnya perkembangan industri desain grafis saat ini dikarenakan kita telah memasuki era digital.

Semua hal yang kita kerjakan berpusat pada teknologi. Perekonomian pun juga terpusat pada teknologi. Maka tidak heran jika saat ini banyak bermunculan online shop di sosial media.

Ketika kita sudah memilih bisnis di sosial media, pasti penawaran produk menggunakan foto atau video. Untuk menarik minat pembeli, foto atau gambar yang digunakan pun harus terlihat semenarik mungkin.

Nah, untuk mendapatkan gambar, foto, atau video yang dapat meningkatkan minat pembeli bagaimana?

Disinilah peran desain grafis, yang dapat mempercantik foto atau video agar minat pembelli semakin tinggi.

Desain grafis tidak hanya satu jenis, ada macam-macam desain grafis yang dapat dipilih sebagai media promosi. Hal ini dapat disesuaikan berdasarkan kegunaannya, kemampuannya, dan pangsa pasar.

Langsung saja kita bahas mengenai macam macam desain grafis.

Desain Grafis Berdasarkan Kemampuan

macam macam desain grafis berdasarkan kemampuan
pixabay.com

1. Drafter

Jenis desain grafis yang pertama berdasarkan kemampuannya adalah drafter. Drafter merupakan desainer yang mana memang dikhususkan untuk membuat arsitektur dan rancang bangun yang simetris dan digunakan untuk keperluan pembuatan sesuatu yang memerlukan ketelitian tinggi dan rancangan yang presisi.

Kebanyakan drafter sudah menguasai software seperti Autocad, Archicad, dan 3d Revit Architecture. Drafter memang sangat dibutuhkan dalam dunia arsitektur dan dunia industri.

2. Editor

Jenis desain grafis yang ini lebih mengarah pada desainer yang khusus untuk membuat cover, sampul, banner, dan lainnya. Juga membuat karya desain lain seperti poster, brosur, flyer, logo, kartu nama, dan lain-lain.

Para editor biasanya telah menguasai software adobe photoshop, adobe illustrator, dan coreldraw. Yang membutuhkan editor seperti ini biasanya dunia publikasi dan dunia periklanan.

3. Layouter

Layouter merupakan desainer yang spesialis dalam pembuatan layout sebuah majalah, koran, atau publikasi yang lain yang membutuhkan feel untuk tata letak agar enak dilihat.

Layouter biasanya menggunakan aplikasi Ms Publisher, Adobe Page Maker, dan Adobe In – Design. Jenis desain grafis ini sangat dibutuhkan di dunia percetakan, misalnya percetakan buku, majalah, atau koran.

4. Art Director

Jenis desain yang satu ini digunakan untuk membuat karya seni yang dibuat dikomputer digunakan untuk visual effect atau pun untuk hiasan saja. Desain ini membutuhkan orang yang membutuhkan orang yang mempunyai kreativitas tinggi agar dapat menciptakan karya desain yang agung.

Desainer grafis biasanya menggunakan software Photoshop, Coreldraw, Art Creator, dan Photo Paint. Art director ini digunakan dalam dunia editing effect, perfilman, dan seniman.

5. Fotografer

Seorang yang berprofesi sebagai fotografer biasanya merangkap profesi sebagai editing foto, begitu juga sebaliknya. Harus dapat mengedit foto sesuai event atau yang perfect.

Profesi ini membutuhkan kreativitas dan intelegensi yang tinggi. Software yang digunakan biasanya Photoshop. Ieworks, dan Photo Studio. Jenis desain grafis ini sangat diperlukan pada dunia fotografi, foto editor, wartawan, dan lain-lain.

6. Animator

Sesuai dengan namanya, animator berarti desainer grafis yang bekerja pada bidang motion graphic, iklan, atau film fantasi. Orang-oramng bergelut pada bidang ini harus memiliki daya tahan yang tinggi, pengetahuan yang cukup tinggi, dan banyak pengalaman.

Ada beberapa software yang harus dikuasai juga, seperti Macromedia Flash, Adobe Flash, After Effects, 3d Maya, Gif Animator dan Corel Rave. Yang membutuhkan jenis desain grafis ini adalah dunia pertelevisian, perfilam, dan advertising.

7. Visualitator

Desain grafis ini berfungsi untuk memberikan gambaran suatu karya produk dalam bentuk real atau 3 Dimensi. Bagi yang mengguanakan desain ini harus memiliki kemampuan otak kanan yang tinggi.

Penguasaan pada softwarenya juga sangat penting, seperti 3D Max, Autocad, dan Digital Clay. Jenis desain grafis ini sangat dibutuhkan dalam dunia visualisasi produk dan presentasi produk.

8. Video Editor

Video editor berfungsi untuk mengedit video atau film dan sekaligus merangkap sebagai video shooter. Pada jenis desain grafis ini membutuhkan imajinasi yang tinggi. Software yang digunakan adalah Adobe After Effect, Sony Vegas, dan Ulead Studio. Desain grafis ini sangat erat kaitannya dengan dunia industri musik dan perfilman.

9. Integrated Desainer

Dalam desain grafis ini membutuhkan integrasi dengan programmer. Contoh penerapannya dalam pembuatan game, CD interaktif, web desain, dan lain-lain. Hampir semua elemen desain harus dikuasai. Industri informatika sangat membutuhkan Integrated desainer.

Desain Grafis Berdasarkan Pangsa Pasar

macam macam desain grafis berdasarkan pangsa pasar
pixabay.com

Desain grafis menggunakan komposisi visual untuk memecahkan masalah dan menyalurkan ide melalui tipografi, citra, warna dan bentuk. Macam macam desain grafis membutuhkan ketrampilan dan teknik khusus.

Ada macam macam desain grafis berdasarkan pangsa pasar yang dapat kita coba untuk megetahui dimana kemampuan spesialis pada diri kita. Desain grafis terbagi menjadi 8 macam sebagai berikut.

1. Desain Grafis Identitas Visual

Sistem identitas visual adalah suatu sistem komunikasi visual yang membentuk identitas dari suatu perusahaan, lembaga, maupun produk. Identitas visual yang membentuk citra brand untuk menunjukkan kualitas melalui gambar, bentuk, dan warna.

Identitas visual berfungsi untuk membedakan suatu produk/jasa dengan produk/jasa dari pesaing. Hal ini yang memudahkan customer untuk mengidentifikasi suatu merk dengan hanya melihat sekilas tampilan visualnya.

Desainer yang spesialis pada bidang ini biasanya bekerja sama dengan kepentingan merk untuk pembuatan aset seperti logo, tipografi, palet warna, dan gambar yang mewakili brand tersebut.

Desainer harus memiliki pengetahuan umum mengenai macam macam desain grafis untuk menciptakan elemen desain yang cocok di semua media visual. Komunikasi yang sangat baik juga diperlukan.

Selain itu juga membutuhkan ketrampilan konseptual dan kreatif, serta hasrat untuk meneliti industri, organisasi, tren dan pesaing.

2. Desain Grafis Antar Muka (User Interface)

Desain antar muka atau user interface (UI) adalah bagaimana pengguna berinteraksi dengan perangkat atau aplikasi. Desain ini mencakup semua hal yang berinteraksi dengan pengguna layar, keyboard, dan mouse.

User Interface fokus pada pengalaman pengguna dan desain elemen grafis di layar seperti tombol, menu, mikro-interaksi, dan yang lainnya. Peran desainer UI ini menyeimbangkan daya tarik estetika dengan fungsi teknik.

Desainer grafis jenis ini mengkhususkan diri pada aplikasi desktop, aplikasi seluler, aplikasi web, dan game. Mereka akan bekerja sama dengan desainer UX (pengalaman pengguna) yang akan menentukan cara kerja aplikasi dan bekerja sama dengan pengembang UI sebagai penulis kode untuk membuatnya berfungsi.

Para desainer harus memiliki pemahaman yang baik terhadap prinsip UI / UX, desain responsif dan pengembangan web. Pengetahuan tentang bahasa pemrogaman juga diperlukan, yaitu HTML, CSS, dan JavaScript.

Contoh desainnya adalah desain halaman web, desain aplikasi, game interfaces, dan desain tema (WordPress, Shopify, dll.).

3. Desain Grafis untuk Publikasi

Publikasi adalah bagian dari industri desain grafis yang berkomunikasi dengan masyarakat melalui distribusi publik. Biasanya disebut sebagai industri media cetak, seperti koran, majalah, buku, dan katalog.

Desainer grafis bekerja sama dengan editor dan penerbit untuk membuat tata letak yang dipilih dengan tepat, meliputi fotografi, grafik, dan ilustrasi. Ketrampilan komunikasi, tata letak, dan kemampuan berorganisasi yang baik harus dimiliki oleh desainer.

4. Desain Grafis untuk Pemasaran dan Periklanan

Suatu produk perlu pemasaran dan periklanan agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Dalam hal ini diperlukan konten visual yang menarik agar dapat mempengaruhi orang untuk membelli produk tersebut.

Para desainer bekerja dengan pemilik  perusahaan, direktur, manajer atau profesional pemasaran untuk menciptakan aset dan strategi pemasaran. Bisa juga mereka bekerja sendiri atau sebagai bagian tim internal.

Ketrampilan yang dibutuhkan desainer adalah komunikasi, penyelesaian masalah, dan manajemen waktu yang sangat baik. Mereka juga harus terbiasa dengan produksi untuk lingkungan cetak dan online.

Misalnya iklan majalah, flyer, poster, spanduk, kartu pos, surat kabar, papan reklame, brosur (cetak dan digital), infografis, presentasi power point, iklan media sosial, dan grafik.

5. Desain Grafis untuk Kemasan (Packaging)

Sebuah produk memerlukan sebuah kemasan untuk melindungi dalam proses penyimpanan, distribusi, dan penjualan. Selain itu desain kemasan juga dapat digunakan dapat digunakan sebagai alat bantu promosi.

Oleh karena itu dibutuhkan desain kemasan yang menarik. Hal ini menuntut desainer untuk memiliki keterampilan konseptual dan pemecahan masalah yang luar biasa selain pengetahuan yang kuat tentang cetak dan desain industri.

Mereka harus fleksibel untuk memenuhi tuntutan klien, produsen dan menyadari tren saat ini.

6. Desain Motion Graphic

Desain motion graphic  merupakan gabungan dari ilustrasi, tipografi, fotografi, dan videografi yang menggunakan teknik animasi bergerak. Desain ini mencakup animasi, image, video, audio, tipografi, dan efek lain yang digunakan dalam media online, televisi, dan film.

Saat ini motion graphic dapat ditemukan di semua platform digital yang telah menciptakan segala macam peluang baru. Misalnya animasi logo, video tutorial, video game, video promosi, presentasi, trailer, dan GIF.

7. Desain Grafis untuk Seni dan Ilustrasi

Seni grafis dan ilustrasi hampir terlihat sama dengan desain grafis, namun kenyataannya mereka berbeda.

Kalau desainer menciptakan komposisi untuk berkomunikasi dan memecahkan masalah, sedangkan seniman grafis dan ilustrator membuat karya seni asli. Seni mereka menggunakan bentuk seni murini hingga hiasan dan ilustrasi mendongeng.

Contoh dari seni dan ilustrasi untuk desain grafis ada desain kaos oblong, grafis gerakan, pola grafis untuk tekstil, novel grafis, gambar stok, dan video game.

8. Desain Grafis untuk Lingkungan

Desain grafis lingkungan menghubungkan orang-orang secara visual ke sebuah tempat untuk meningkatkan visual mereka agar mudah diingat, menarik, informatif, dan lebih mudah dinavigasi.

Desain grafis lingkungan adalah penghubung desian grafis, arsitektur, interior, dan industri. Contoh dari desain grafis untuk lingkungan ini seperti mural, interior toko ritel, dan pameran museum.

Nah itulah macam macam desain grafis yang ada saat ini berdasarkan kemampuan desainer dan pangsa pasar. Semakin canggihnya teknologi, desain grafis juga semakin berkembang.

Oleh karena itu, sebagai desainer grafis harus terus mengembangkan bakat untuk mengikuti perkembangan desain. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat. SemangArt Berkarya !!