jenis-jenis hujan

Jenis-Jenis Hujan Ini Belum Banyak Diketahui | Baca Yuk!

Jenis-Jenis Hujan – Hujan merupakan salah satu rahmat dari Allah yang sangat berarti bagi kita. Tanpa adanya hujan, bumi pasti akan mengalami kekeringan. Dengan adanya hujan ini berarti air juga mengalami daur air atau pembaruan.

Pada artikel sebelumnya telah membahas jenis jenis air yang ada di bumi. Nah, disini kita akan membahas mengenai pengertian hujan dan jenis-jenis hujan yang telah dikelompokkan. Yuk baca penjelasan selengkapnya.

Pengertian Hujan

pengertian hujan
jakarta.tribunnews.com

Selama ini kita mengenal hujan adalah tetesan air hujan yang jatuh dari langit dan sampai ke bumi. Terjadinya hujan disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah suhu.

Hujan ialah suatu presipitasi berwujud cairan. Hujan membutuhkan adanya lapisan atmosfer yang tebal, sehingga bisa memenuhi suhu yang sangat tinggi dan letaknya di atas permukaan bumi. Suhunya itu lebih tinggi dari titik leleh es.

Hujan juga bisa di artikan sebagai suatu proses kondensasi, yaitu adanya perubahan wujud dari benda cair menjadi benda padat yang membentuk awan. Dimana awan tersebut memiliki massa cukup berat sehingga jatuh ke atas bumi.

Jatuhnya hujan di atas bumi juga dipengarungi oleh suhu udara dingin. Tetesan hujan itu bervariasi, ada yang besar dan ada yang kecil. Hal itu disebabkan karena adanya keadaan uap air yang terus bertambah tidak menentu.

Tidak hanya tetesan air hujannya saja yang bervariasi, tapi juga jenis hujannya. Jenis-jenis hujan dikelompokkan berdasarkan proses terjadinya, berdasarkan partikelnya, dan berdasarkan curahnya.

Jenis-Jenis Hujan

jenis jenis hujan
pixabay.com

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hujan ada bermacam-macam jenis. Jenis hujan tersebut sudah dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Berikut penjelasannya.

Jenis Hujan Berdasarkan Proses Terjadinya

jenis hujan berdasarkan proses terjadinya
pixabay.com

Jenis hujan yang pertama dikelompokkan berdasarakan proses terjadinya. Dalam kelompok ini, ada 6 macam hujan yaitu hujan siklonal, hujan zenithal atau senithal, hujan orogafis, hujan frontal, hujan muson, dan hujan buatan.

1. Hujan Siklonal

Hujan siklonal terjadi di daerah yang di lewati garis khayal khatulistiwa atau ekuator. Penyebabnya adalah adanya pertemuan antara angin pasat timur laut dengan angin pusat tenggara.

Angin tersebut kemudian naik, lalu menggumpal di atas awan yang berada di garis ekuator. Lalu muncul mendung yang sangat gelap dan pekat secara mendadak disaat awan tersebut sampai pada titik jenuhnya.

Setelah itu turunlah hujan yang membasahi keseluruh permukaan bumi yang memberikan dampak positif kepada seluruh makhluk hidup yang ada di bumi dan ditunggu-tunggu.

Penyebab dari hujan ini adalah:

  • Adanya udara yang panas
  • Suhu lingkungan yang tinggi
  • Ketinggian suhu itu bersamaan dengan angin yang berputar putar.

2. Hujan Zenithal atau Senithal

Hujan zenithal hanya terjadi di sekitar katulistiwa. Hujan ini diakibatkan adanya pertemuan pasat tenggara dan angin pasat timur. Pertemuan kedua angin tersebut menghasilkan udara panas yang akan naik ke atmosfer dan menyebabkan suhu di sekitar awan turun secara perlahan.

Pada saat penurunan suhu ini, terjadilah kodensasi yang secara berangsur-angsur menyebabkan awan mencapai titik jenuhnya. Kemudian turun hujan zenithal dan sampai ke bumi. Air yang jatuh itu adalah hasil penguapan sumber air yang ada di bumi.

Karakteristik dari hujan zenithal adalah:

  • Awan berwarna hitam atau gelap
  • Adanya guntur
  • Terjadi pada siang hari saat matahari sedang terik atau cuaca cerah
  • Terjadi di wilayah yang mempunyai iklim tropis
  • Terjadi dua kali dalam satu tahun

3. Hujan Orografis

Hujan orografis terjadi karena adanya angin yang mengandung uap air, kemudian arah pergerakannya secara horizontal. Awan tersebut dibawa oleh angin hingga mencapai suatu daerah pegunungan.

Di pegunungan suhunya dingin sehingga mengakibatkan terjadinya kondensasi. Kondensasi itu berlangsung secara berangsur-angsur membuat awan mencapai titik jenuhnya dan terjadi hujan.

Karakteristik dari hujan orografis adalah:

  • Terjadi di daerah gunung atau wilayah pegunungan
  • Turunnya air di lereng gunung
  • Disebabkan oleh angin fohn
  • Adanya udara yang mengandung uap air naik ke atas gunung

4. Hujan Frontal

Hujan frontal terjadi akibat pertemuan massa udara dingin dan suhu yang rendah dengan massa udara panas dan suhu yang dingin. Pertemuan kedua udara itu terjadi pada sebuah tempat yang bernama bidang front. Bidang front adalah salah satu tempat yang paling mudah terjadi kondensasi dan pembentukan awan.

Saat kedua udara itu bertemu, suhu udara yang rendah dan massa udara yang dingin lebih berat dari pada suhu tinggi dan massa udara yang panas. Hal ini menyebabkan uap yang di bawa udara dingin jatuh dengan lebat di atas permukaan bumi.

Biasanya hujan frontal terjadi di daerah yang terletak di posisi astronomis lintang sedang atau pertengahan lintang utara dan selatan. Misalnya saat daerah yang beriklim tropis (berada sekitar garis ekuator) mengalami hujan jenis ini, maka yang keluar bukan sekedar hujan biasa tapi sampai hujan es.

Hal itu bisa terjadi karena adanya penyinaran matahari yang menyebabkan air di samudera, laut, rawa rawa dan tempat lainnya naik ke atas secara konveksi. Sehingga menyebabkan proses kondensasi dan terbentuklah awan.

Titik udara yang naik secara konveksi tersebut sangat dingin, bahkan suhunya sampai di bawah 0⁰ celcius. Air yang naik itu menjadi beku. Ketika awan sudah sampai pada titik jenuh, hujan turun di daerah tropis. Yang turun itu bukan hanya air, kadang turun juga kristal-kristal es.

Karakteristik dari hujan frontal adalah:

  • Terjadi di daerah front
  • Terjadi karena pertemuan massa udara panas dan massa udara dingin
  • Menyebabkan terjadinya hujan es apabila terjadi di daerah beriklim tropis.

5. Hujan Muson (Hujan Musiman)

Hujan muson terjadi karena angin muson. Angin muson itu terjadi akibat pengaruh gerak semu tahunan matahari terhadap garis katulistiwa bumi atau garis balik utara dan garis balik selatan.

Turunnya hujan muson dalam kurun waktu tertentu. Inilah yang menyebabkan adanya musim kemarau dan musim penghujan.  Di Indonesia juga sering terjadi angin muson, yaitu pada bulan Oktober sampai dengan Maret.

Pada bulan itu hujan sering turun, tetapi selain bulan itu terjadilah musim kemarau. Sedangkan di negara daerah Asia Timur terjadi antara bulan Mei sampai bulan Agustus.

Karakteristik dari hujan muson adalah:

  • Terjadi karena angin muson barat
  • Biasanya terjadi setiap hari yang disebut musim penghujan
  • Terjadi selama enam bulan lamanya
  • Terjadi di antara bulan Oktober hingga bulan Maret
  • Terjadi secara merata seluruh wilayah Indonesia

6. Hujan Buatan

Hujan buatan terjadi karena adanya campur tangan manusia. Manusia memanipulasi keadaan fisik bumi ini untuk mendapatkan hujan ketika kemarau panjang.

Caranya yaitu dengan penyemaian awan atau di kenal dengan cloud seeding atau membuat awan menggumpal dan di semai sehingga memberikan efek turun hujan. Teknik ini sering dilakukan di daerah yang membutuhkan hujan alami, tapi sayangnya hujan tersebut tidak kunjung turun.

Agar hujan ini bisa turun, maka menggunakan proses fisika. Dengan menggunakan proses tumbukan dan penggabungan (collision dan coalescence) kemudian di olah dengan proses pembentukan es atau ice nucleation.

Awan yang dipilih adalah yang memiliki kandungan air cukup banyak. Agar massa yang di tambahkan tadi cukup untuk menurunkan hujan tersebut ke permukaan bumi dan bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia.

Jenis Hujan Berdasarkan Curahnya

jenis hujan berdasarkan curahnya
pixabay.com

Jenis hujan yang kedua dikelompokkan berdasarakan curahnya. Dalam kelompok ini, ada 3 macam jenis hujan, yaitu hujan sedang, hujan lebat, hujan sangat lebat. Berikut penjelasannya.

1. Hujan Sedang

Hujan sedang adalah hujan yang curah atau jumlah airnya sebanyak 20 mm hingga 50 mm perhari.

2. Hujan Lebat

Hujan lebat adalah hujan yang curah atau jumlah airnya sebanyak 50 mm hingga 100 mm perhari.

3. Hujan Sangat Lebat

Hujan sedang adalah hujan yang curah atau jumlah airnya lebih dari 100 perhari.

Jenis Hujan Berdasarkan Partikelnya

jenis hujan berdasarkan partikelnya
pixabay.com

Jenis hujan yang ketiga dikelompokkan berdasarakan partikelnya. Pada kelompok ini, ada 5 macam jenis hujan yaitu hujan gerimis, hujan deras, hujan salju, hujab es, dan hujan asam. Berikut penjelasannya.

1. Hujan Gerimis

Hujan gerimis merupakan hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter < 0,5 mm.

2. Hujan Deras

Hujan deras merupakan hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter >7,0 mm.

3. Hujan Salju

Hujan salju merupakan hujan yang menjatuhkan kristal-kristal es dengan suhu di bawah 0°C

4. Hujan Es

Hujan es merupakan hujan yang menjatuhkan es dengan ukuran yang lebih besar dari salju. Namun fenomena hujan es sangat jarang terjadi.

5. Hujan Asam

Hujan asam merupakan hujan yang menjatuhkan partikel air dengan tingkat keasaman yang tinggi. Air hujan asam ini mengandung senyawa NO3 atau H2S.

Nah, itulah jenis-jenis hujan yang ada. Kita mungkin merasa hujan yang turun selama ini adalah hujan biasa dan sama saja. Yang dapat dibedakan biasanya antara hujan air dan hujan es. Karena memang wujudnya beda jadi kita bisa membedakannya.

Semoga dapat menambah wawasan kita mengenai hal-hal yang terjadi di alam sekitar kita. Terimakasih sudah mampir sobat.

Tinggalkan komentar