awan

10 Jenis-Jenis Awan Beserta Cirinya Lengkap, Pengertian, Manfaat, dan Proses Pembentukan Awan

Pernahkah kalian mengamati bentuk-bentuk awan? Asal kalian tau, awan itu ada jenisnya loh sobat. Bukan hanya warnanya yang berbeda-beda yang dapat menghiasi langit, tapi awan juga mempunyai nama sendiri setiap jenisnya.

Yang sering terlihat adalah ketika hujan akan turun biasanya awan berwarna hitam. Ketika itu awan juga berbentuk gumpalan-gumpalan. Sedangkan saat siang hari cuaca cerah biasanya awan berwarna putih dengan bentuk seperti kapas.

Masih ada banyak jenis-jenis awan beserta namanya. Kalau ingin tau coba simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Awan

Semua pasti sudah sering melihat awan, tapi tidak semua orang dapat menjelaskan awan itu apa. Memang pengertian awan itu apa sih?

Awan merupakan kumpulan titik-titik uap air atau kristal yang membeku di atmosfer. Proses pengembunan dan pemadatan uap air di udara setelah berada pada titik jenuh yang mengakibatkan terbentuknya awan.

Manfaat Awan

Semua yang diciptakan oleh Allah pasti memiliki manfaat. Baik yang berada di bumi maupun di langit. Awan juga memiliki banyak manfaat, antara lain :

  1. Melindungi kita dari pancaran radiasi sinar ultraviolet
  2. Sebagai penghasil hujan
  3. Menyediakan cadangan air untuk manusia
  4. Mengurangi cuaca panas dan dapat memberikan kesejukan
  5. Awan dapat membantu memperkirakan arah angin yang dapat digunakan sebagai indikator prakiraan cuaca dan iklim
  6. Penentu pesawat diperbolehkan terbang atau tidak

Proses Pembentukan Awan

Proses terbentuknya awan sangat berkaitan dengan proses terjadinya hujan. Sedangkan hujan merupakan bagian dari siklus daur air. Beginilah proses terbentuknya awan :

  1. Air akan menguap ketika terkena sinar matahari atau udara panas. Semua air yang ada di bumi ini, baik air sungai, danau, ataupun air laut. Air tersebut akan menguap menuju ke atmosfer.
  2. Suhu di atmosfer lebih rendah. Hal ini yang menyebabkan uap air tersebut mengalami pengembunan kemudian berubah menjadi titik-titik air yang bergerombol menjadi satu. Inilah yang disebut dengan awan.
  3. Setelah awan terbentuk, maka titik-titik air yang lain pun ikut bergerombol menjadi satu. Semakin lama titik-titik air yang bergerombol tersebut akan memiliki massa yang semakin berat.
  4. Karena awan tersebut memiliki massa yang cukup berat dan juga adanya gaya grafitasi bumi, maka dapat mengakibatkan awan tersebut semakin turun mendekati atmosfer yang paling bawah. Ini yang menyebabkan terjadinya penurunan suhu di sekitar wilayah yang tertutup oleh awan akibat menghalangi cahaya dan udara panas dari matahari.
  5. Ketika tekanan semakin rendah dan tingkat kejenuhan semakin tinggi, maka uap air yang telah menjadi air tersebut tidak dapat tertampung lagi sehingga jatuh ke bumi sebagai hujan.
  6. Setelah itu udara akan kembali memanas. Hal ini akan menyebabkan air kembali menguap ke atmosfer yang memiliki suhu lebih rendah dan akan kembali membentuk awan.

Jenis-Jenis Awan

Jenis-jenis awan dapat dikelompokkan berdasarkan morfologinya (bentuk) dan ketinggiannya. Jenis awan berdasarkan ketinggiannya akan di bagi lagi berdasarkan awan tinggi, awan sedang, awan rendah, dan awan perkembangan vertikal. Berikut pengelompokkannya :

Awan Berdasarkan Morfologinya (Bentuk)

Pengelompokan awan berdasarkan morfologinya dibedakan menjadi 3 jenis, antara lain :

1. Awan Cumulus

Awan cumulus biasanya yang sering kita lihat ketika cuaca lagi cerah. Awan ini membentuk seperti gumpalan kapas dan berjajar secara horizontal di langit.

2. Awan Stratus

Awan stratus ini bentuknya tipis dan tersebar luas rata menutupi langit. Bisa juga disebut sebagai awan yang rendah dan luas. Awan ini kadang membuat cuaca menjadi lebih sejuk karena menutupi pancaran sinar matahari.

3. Awan Sirrus

Awan sirrus memliki bentuk seperti bulu ayam atau seperti  pasir yang berada di dasar air. Awan ini memiliki serat serat satu sama lain. Awan sirrus tidak memiliki potensi mendatangkan hujan meskipun terkadang sering ada kristal es.

Awan Berdasarkan Ketinggian

Awan berdasarkan ketinggiannya masih dikelompokkan lagi menjadi 4 kelompok, antara lain :

1. Kelompok Awan Tinggi

Pengelompokan ini tidak hanya karena terbentuk pada ketinggian tertentu. Tetapi juga karena suhu dan iklim tertentu. Pada iklim tropis, kelompok awan tinggi terbentuk pada ketinggian 6-18 km DPL. Sedangkan pada iklim sedang, awan terbentuk pada ketinggian 5-13 km DPL. Dan awan terbentuk pada ketinggian 3-8 km DPL pada wilayah beriklim rendah seperti wilayah kutub.

a. Awan Cirrus (Ci)
awan cirrus
Gambar oleh 22612 dari Pixabay

Awan ini merupakan awan yang paling tinggi. Suhu pada ketinggian sangatlah dingin, hal ini yang menyebabkan terbentuknya awan ini. Awan cirrus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan cirrus berada pada ketinggian 6 km sampai 18 km DPL.
  • Tidak berpotensi mengakibatkan hujan.
  • Bentuknya tidak begitu jelas.
  • Terbentuk dari uap air yang berubah menjadi kristal karena suhu yang dingin.
b. Awan Cirrocumulus (Ci Cu)
jenis-jenis-awan-cirrocumulus
Gambar oleh zonareferensi.com

Awan cirrocumulus hampir sama dengan awan cirrus. Proses terbentuknya awan cirrocumulus terpaut cukup cepat, kemudian akan kembali menjadi awan cirrostratus. Awan cirrocumulus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan cirrocumulus berada pada ketinggian 6 km sampai 12 km DPL.
  • Berbentuk bulat kecil yang menyerupai seperti ombak di pasir pantai dan berwarna putih berbaris.
  • Terbentuk dari uap air yang berubah menjadi kristal.
c. Awan Cirrostratus (Ci St)
awan cirrostratus
Gambar oleh Jiří Rotrekl dari Pixabay

Awan cirrostratus biasanya menutupi langit hampir keseluruhan. Awan ini memiliki tekstur halus, sehingga akan terlihat lebih cerah ketika terkena sinar matahari. Saat musim kemarau pada daerah yang beriklim tropis biasanya terjadi fenomena langit yang disebut Fenomena Halo. Fenomena yang biasa disebut dengan cincin matahari itu disebabkan karena awan cirrostratus ini bertemu dengan matahari. Awan cirrostratus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan cirrostratus berada pada ketinggian sekitar 6 km DPL.
  • Memiliki warna putih kelabu.
  • Bentuknya seperti anyaman.
  • Dapat menimbulkan potensi hujan gerimis ketika cuaca panas.

2. Kelompok Awan Sedang

Pada iklim tropis, kelompok awan sedang terbentuk pada ketinggian 2-8 km DPL. Sedangkan pada iklim sedang, awan terbentuk pada ketinggian 2-7 km DPL. Dan awan terbentuk pada ketinggian 2-4 km DPL pada wilayah beriklim rendah seperti wilayah kutub.

a. Awan Alto Cumulus (A Cu)
cloud cirrocumulus
Gambar oleh Aline Dassel dari Pixabay

Awan alto cumulus biasanya ditemukan di beberapa tempat tertetu, seperti di atas pegunungan atau di tempat lain asalkan ada angin kencang yang membawa udara yang stabil dan kering. Awan ini mudah ditemukan ketika pagi atau senja. Awan alto cumulus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan alto cumulus berada pada ketinggian 2 km sampai 7 km DPL.
  • Bentuknya menyerupai bola kapas dan tidak hanya 1 saja melainkan banyak.
  • Berwarna putih hingga abu-abu.
  • Berpotensi menurunkan hujan deras disertai dengan petir.
b. Awan Alto Stratus (A St)
alto stratus
Gambar oleh Ildigo dari Pixabay

Awan alto stratus memiliki kandungan air yang cukup banyak. Awan ini juga lumayan tebal serta biasanya menutupi sebagian atau keseluruhan langit. Jika terdapat awan alto stratus ini maka sinar matahari atau bulan akan terlihat lebih terang. Awan alto stratus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan alto stratus berada pada ketinggian 2 km sampai 7 km DPL.
  • Bentuknya melebar rata menutup langit.
  • Berwarna abu-abu kebiruan.
  • Jika sedang bergerombol dan menjadi sangat tebal awan ini berpotensi menurunkan hujan ringan.
  • Akan terlihat saat siang atau malam, ketika matahari terbit maka awan ini akan menghilang.

3. Kelompok Awan Rendah

Kelompok awan rendah ini tidak dibedakan berdasarkan wilayahnya. Awan ini terbentuk pada ketinggian yang sama semua yaitu sekitar 2-3 km DPL. Para pendaki yang telah mencapai puncak biasanya dapat menikmati bagaikan berada di atas awan, awan ini lah yang ditemui oleh mereka para pendaki.

a. Awan Strato Cumulus (St Cu)
stratocumulus
Gambar oleh neuhauslabs.com

Kita dapat menjumpai awan strato cumulus ini biasanya di daerah pantai. Awan ini berpotensi menurunkan hujan lokal ketika massa air yang kandungnya telah memenuhi kapasitas, namun potensi tersebut sangat kecil. Awan strato cumulus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan strato cumulus berada pada ketinggian 1,5 km sampai 2 km DPL.
  • Menjadi pertanda bahwa atmosfer di sekitar awan lumayan stabil.
  • Berbentuk seperti bola mengelompok dan menutupi langit.
  • Berwarna putih dibagian atasnya dan berwarna abu-abu cerah dibagian bawahnya.
  • Dapat dijumpai ketika senja.
b. Awan Stratus (St)
stratus
Gambar oleh JacLou DL dari Pixabay

Awan stratus merupakan awan yang muncul ketika ada kabut saat pagi hari atau kabut di dataran tinggi. Awan ini memiliki tekstur yang sangat tipis, sehingga dapat mengganggu jarak pandang. Awan ini sangat berbahaya bagi para pendaki. Awan stratus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan stratus berada pada ketinggian sekitar 2 km DPL.
  • Penyebarann kabut luas dan sangat tipis.
  • Bentuknya berserat serta berlapis-lapis.
  • Berwarna putih atau kelabu.
  • Berpotensi menurunkan hujan lokal yaitu hujan gerimis ketika awan ini cukup tebal.
c. Awan Nimbo Stratus (Ni St)
Gambar-Awan-Stratocumulus
Gambar oleh jagad.id

Awan nimbo stratus memiliki bentuk yang tidak menentu. Terbentuk dari penebalan awan alto stratus. Awan ini membawa massa air yang berat, oleh karena itu memiliki warna yang gelap. Dapat juga mengganggu jarak pandang karena penyebarannya yang luas sehingga menutupi sinar matahari. Awan nimbo stratus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan nimbo stratus berada pada ketinggian 0,6 km sampai 3 km DPL.
  • Berpotensi menurunkan hujan ringan dalam jangka waktu cukup lama.
  • Bentuknya tidak menentu dan berwarna gelap.
  • Penyebarannya cukup luas.

4. Kelompok Awan Perkembangan Vertikal

Kelompok awan perkembangan vertikal ini memiliki ketinggian yang sangat rendah, yaitu berkisar antar 0,5-1,5 km DPL. Awan ini akan terlihat sangat jelas ketika siang hari dengan background langit berwarna biru.

a. Awan Cumulus (Cu)
cumulus
Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay

Awan cumulus tersusun ke atas dengan bentuk seperti kembang kol. Jika terkena sinar matahari akan terlihat seakan memancarkan sinar dari satu sisi. Hal ini menciptakan pemandangan yang indah di luasnya langit biru. Awan cumulus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan cumulus berada pada ketinggian sekitar 1 km DPL dan lebarnya juga sama.
  • Memiliki bentuk seperti kembang kol.
  • Berwarna putih cerah dan abu-abu yang menciptakan gradasi warna ketika terkena sinar matahari.
  • Sering muncul ketika musim kemarau atau ketika cuaca cerah.
  • Muncul ketika pagi hari, dengan berjalannya waktu awan ini akan tumbuh, lalu akan berkurang ketika malam tiba.
b. Awan Cumolonimbus (Cu Ni)
awan-cumulonimbus
Gambar oleh ilmupengetahuan.org

Awan cumolonimbus merupakan awan yang memiliki volume besar dan padat. Bentuknya seperti gunung yang memiliki ujung atas tinggi dan melebar. Awan ini yang sering menyebabkan terjadinya kecelakaan pesawat. Selain itu, ketika awan ini muncul akan berpotensi datangnya hujan lebat, angin ribut, bahkan turnadi di wilayah sub tropis. Hal itu terjadi ketika awan ini berwarna putih kelabu dan kelabu cenderung gelap pada bagian bawah. Awan cumolonimbus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Awan cumolonimbus berada pada ketinggian 2 km sampai 16 km DPL.
  • Memiliki lebar 3500 kaki.
  • Berpotensi menurunkan hujan lebat disertai badai dan petir.
  • Berkembang pada tempat yang rendah dan memiliki ketebalan yang besar.
  • Berbentuk seperti gunung atau menara yang tinggi.
  • Berwarna putih kelabu dan kelabu gelap.

Itulah ulasan menganai jenis-jenis awan beserta ciri-ciri yang dilengkapi dengan pengertian, manfaat, dan proses pembentukan awan. Dengan ini kita juga jadi tau tanda-tanda alam seperti apa agar kita dapat mewaspadainya.

Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kalian.

Tinggalkan komentar